Saturday, July 7, 2018

Kram Otot

Otot yang kram merupakan keluhan yang biasa di rasakan ketika berolahraga. Ketika akan terjadi kram pada otot biasanya seseorang akan merasakan perasaan yang tidak nyaman pada otot yang bersangkutan kemudian otot akan mengalami ketegangan yang mendadak atau kejang. Otot yang mengalami kram biasanya melibatkan dua kerja otot yang berkaitan misalnya otot betis dan paha depan atau paha belakang.

Mereka yang berolahraga dengan intensitas yang tinggi seperti pemain bola profesional biasanya sering mengalami terjadinya kram pada otot. Namun terjadinya kram berkurang ketika dalam sesi latihan yang biasa. Sampai saat ini tidak ada data yang kuat mengenai kram yang terjadi berhubungan dengan keseimbangan jumlah cairan elektrolit dalam tubuh.
Kram otot juga sering dialami oleh mereka yang telah berusia matang untuk aktivitas olahraga yang di tekuni.

Sebuah penelitian lainya melaporkan bahwa mereka yang sering mengalami otot kram biasanya memiliki saudara yang juga sering mengalami kram hal ini berkaitan dengan faktor genetik. untuk penangana fase awal terjadinya kram adalah dengan membuat terjadinya kerja otot antagonis.

Otot yang mengalami kelelahan biasanya sering mengalami kram. bagaimanapun mereka yang mengalami kram otot biasanya akan mendapatkan pergantian pemain sehingga akan mengganggu aktivitas pertandingan. Bila demikian beberapa tindakan pencegahan dapat membantu pemain mengurangi resiko terjadnya kram pada otot.
  1. Mengatur jadwal pertandingan sehingga tidak mencegah terjadinya kram otot pada fase pertandingan.
  2. untuk mereka atlet profesional dapat melakukan peregangan pada saat pertandingan seperti ketika bola sedang keluar lapangan.
  3. tetap terhidrasi dengan baik seperti kontrol pada asupan karbohidrat yang membantu mencegah kelelahan.

Wednesday, January 3, 2018

TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation) VS NYERI

Pengertian Nyeri
Setiap kita pasti tidak asing dengan kata nyeri dan juga tidak jarang kebanyakan pasien yang datang ke fisioterapi dengan keluhan nyeri yang sangat membuat mereka merasa tidak nyaman, baik itu pasien yang mengeluh nyeri otot, nyeri sendi ,nyeri/sakit pinggang dan lain sebagai nya.

Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan yang nyata atau yang berpotensial untuk menimbulkan kerusakan jaringan (Dharmady, 2004).
Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan eksistensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya (Tamsuri, 2007).

Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah pengalaman perasaan emosional yang tidak menyenangkan akibat terjadinya kerusakan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.

Walaupun nyeri tidak dapat di taksirkan dan tidak dapat diukur secara pasti terapi nyeri merupakan perasaan yang tidak mengenakkan dan menyakitkan dan sifat nya berbeda beda tergantung dari jenis jaringan tubuh yang mengalami nyeri, misalnya nyeri karena ditusuk berbeda dengan saat di tekan. Nyeri dapat dikatakan sebagai kemeng, ngilu, linu, sengal atau pegal. Nyeri yang berasal dari visera bersifat difus, nyeri yang berasal dari otot skeletal biasanya biasa nya identik dengan pegal, nyeri pada sendi/osteogenik biasanya kemeng, linu atau ngilu dan nyeri yang disebabkan oleh kerusakan pada saraf perifer biasanya bersifat tajam (Mahar Mardjono & Priguna Sidharta, 1996).


Mekanisme nyeri adalah perjalanan nyeri termasuk suatu rangkaian proses neurofisiologis kompleks yang disebut sebagai nosiseptif (nociception) yang merefleksikan empat proses komponen yaitu transduksi, transmisi, modulasi dan persepsi, dimana terjadinya stimuli yang kuat diperifer sampai dirasakannya nyeri di susunan saraf pusat (cortex cerebri).

mekanisme nyeri
Gambar. Mekanisme Nyeri
Sumber : napaanestesia.com

  • Proses Transduksi 
Proses dimana stimulus noksius diubah ke impuls elektrikal pada ujung saraf. Suatu stimuli kuat (noxion stimuli) seperti tekanan fisik kimia, suhu dirubah menjadi suatu aktifitas listrik yang akan diterima ujung-ujung saraf perifer (nerve ending) atau organ-organ tubuh (reseptor meisneri, merkel, corpusculum paccini, golgi mazoni).
Kerusakan jaringan karena trauma baik trauma pembedahan atau trauma lainnya menyebabkan sintesa prostaglandin, prostaglandin inilah yang akan menyebabkan sensitisasi dari reseptor-reseptor nosiseptif dan dikeluarkannya zat-zat mediator nyeri seperti histamin, serotonin yang akan menimbulkan sensasi nyeri. Keadaan ini dikenal sebagai sensitisasi perifer.
  • Proses Transmisi
Proses penyaluran impuls melalui saraf sensori sebagai lanjutan proses transduksi melalui serabut A-delta dan serabut C dari perifer ke medulla spinalis, dimana impuls tersebut mengalami modulasi sebelum diteruskan ke thalamus oleh tractus spino thalamicus dan sebagian ke traktus spinoretikularis. Traktus spinoretikularis terutama membawa rangsangan dari organ-organ yang lebih dalam dan viseral serta berhubungan dengan nyeri yang lebih difus dan melibatkan emosi.
  • Proses Modulasi
Proses perubahan transmisi nyeri yang terjadi disusunan saraf pusat (medulla spinalis dan otak). Proses terjadinya interaksi antara sistem analgesik endogen (enkefalin, endorphin, serotonin, noradrenalin) yang dihasilkan oleh tubuh kita dengan input nyeri yang masuk ke kornu posterior medulla spinalis merupakan proses ascenden yang dikontrol oleh otak. Analgesik endogen dapat menekan impuls nyeri pada kornu posterior medulla spinalis.
Kornu posterior sebagai pintu dapat terbuka dan tertutup untuk menyalurkan impuls nyeri untuk analgesik endogen tersebut. Inilah yang menyebabkan persepsi nyeri sangat subjektif pada setiap orang.
  • Persepsi
Hasil akhir interaksi yang kompleks dari proses tranduksi,  transmisi dan modulasi yang akan menghasilkan sesuatu subjektif yang dikenal sebagai persepsi nyeri, diperkirakan proses ini terjadi pada thalamus dengan korteks sebagai diskriminasi dari sensorik.

Pengertian dan Aplikasi TENS
Sejarah munculnya TENS berawal dari laporan Scribonius Largus tentang stimulasi listrik untuk mengontrol nyeri yang digunakan di Yunani kuno, 63 M. Hal ini dilaporkan oleh Scribonius Largus yang sakit dan merasa lega setelah berdiri pada ikan listrik di tepi pantai. Pada 16 sampai abad ke-18 berbagai perangkat elektrostatik digunakan untuk sakit kepala dan nyeri. Benjamin Franklin adalah pendukung metode ini untuk menghilangkan rasa sakit. Pada abad kesembilan belas perangkat yang disebut electreat, bersama dengan perangkat lain yang banyak digunakan untuk mengendalikan nyeri dan penyembuhan kanker. Electreat digunakan hanya sampai pada ke abad kedua puluh karena tidak portabel dan memiliki kontrol terbatas dari stimulus tersebut. Pengembangan dari semua stimulasi listrik tersebut memberi ide dibentuknya TENS yang akhirnya dipakai dan telah dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1974.
TENS PORTABLE
Gambar.  Alat TENS Portable
Sumber : Zogomedical.com
Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) adalah penggunaan arus listrik yang dihasilkan oleh perangkat untuk merangsang saraf untuk mengurangi rasa sakit. Unit ini biasanya dilengkapi dengan elektroda/pad untuk menyalurkan arus listrik yang akan merangsang saraf pada daerah yang mengalami nyeriAnother theory is that the electrical stimulation of the nerve may help the body to produce natural painkillers called endorphins, which may block the perception of pain.. Rasa geli sangat terasa dibawah kulit dan otot yang diaplikasikan elektroda tersebut. Sinyal dari TENS ini berfungsi untuk mengganggu sinyal nyeri yang mempengaruhi saraf-saraf dan memutus sinyal nyeri tersebut sehingga pasien merasakan nyerinya berkurang.
Gambar. Teori Gerbang Control Nyeri
Sumber : napaanestesia.com

Jenis-jenis Arus TENS :
1. Burst TENS
Spesifikasi Sinyal :
·          Symmetric Rectangular Alternate Current,
·          Biphasic pulsed,
·          Interrupted modulation,
·          Waktu Durasi : 200μS atau ( Simetris 2,5 KHz )
·          Frekwensi : 1 – 10 Hz
Burst TENS jika conventional TENS tidak efektif misalya pada daerah di jaringan yang dalam seperti myofacial pain dan kasus kasus nyeri kronis.

2. Conventional TENS
Spesifikasi Sinyal :
·          Symmetric Rectangular Alternate Current,
·          Biphasic pulsed,
·          Interrupted modulation,
·          Waktu Durasi : 200μS atau ( Simetris 2,5 KHz )
·          Frekwensi : 80 – 100 Hz
Sasaran arus mengaktivasi saraf diameter besar. Serabut yang akan teraktivasi adalah A beta, mekanoreseptor. Sensasi yang ditimbulkan seperti Paraestesia yang kuat dengan sedikit kontraksi. Karakter fisika yang dimiliki adalah frekwensi tinggi dengan intensitas rendah pola kontinyu Conventional TENS
3. Intens TENS
Spesifikasi Sinyal :
·          Symmetric Rectangular Alternate Current,
·          Biphasic pulsed,
·          Interrupted modulation,
·          Frekwensi : 200Hz
·          Interval/Durasi : 0,5 – 2 detik.

4. AL-TENS ( Acupuncture Like TENS )
Spesifikasi Sinyal :
Symmetric Rectangular Alternate Current,
Biphasic pulsed,
Interrupted modulation,
Waktu Durasi                  : 200μS atau ( Simetris 2,5 KHz )
Frekwensi                       :1–10Hz

Cara Penggunaan
·        Persipan pasien (kulit harus bersih dan bebas dari lemak, lotion, krimdan lain-lain),
·        Periksa senses ikulit,
·        Lepaskan semua metal di area terapi,
·        Taruh kedua pad pada daerah yang sakit dan beri jarrak sekitar 2,5cm
·        Jangan menstimulasi pada area dekat/langsung di atas fraktur yg baru /non-union, diatas jaringan parut baru, kulit baru dan orang yang tidak merasakan sensasi.
·        Alat ini akan menimbulkan rasa kesemutan, hal tersebut dapat diatur memalui pengontrol kekuatan impuls listrik.
·        Mulai dari kekuatan kecil, dan kemudian disesuaikan dengan kenyamanan pasien.
·        Waktu lama nya terapi biasa nya 10 – 30 menit.

Cara Penempatan elektroda/pad TENS:
·         Di sekitar lokasi nyeri : Cara ini paling mudah dan paling sering digunakan, sebab metode ini dapat langsung diterapkan pada daerah nyeri tanpa memperhatikan karakter dan letak yang paling optimal dalam hubungannya dengan jaringan penyebab nyeri.
·         Dermatome : Penempatan pada area dermatome yang terlibat, penempatan pada lokasi spesifik dalam area dermatome, penempatan pada dua tempat yaitu di anterior dan di posterior dari suatu area dermatome tertentu.
·        Area trigger point dan motor point

Indikasi & Kontraindikasi
Indikasi
·        Digunakan untuk mengatasi nyeri akut maupun kronis, meliputi :
·        Nyeri akibat trauma, musculoskeletal, sindroma kompresi neurovaskuler, neuralgia, causalgia
·        Nyeri punggung.
·        Nyeri punggung dapat disebabkan oleh sprain atau strain, degenerasi discus, sciatica dan scoliosis.
·        Nyeri sendi. Beberapa contoh keadaan sendi yang dapat diterapi adalah : Arthritis, Tendinitis, Bursitis
·        Nyeri pelvis.
·        Terapi listrik direkomendasikan untuk sistitis interstitial, prostatitis dan nyeri menstruasi/ Dismenorea.
Kontra indikasi
·        Wanita hamil (penggunaan harus dengan pengawasan)
·        Penderita dengan alat pacu jantung dan pin/ring jantung
·        Epilepsi, gangguan kejang dan jantung.
·        Pasien dengan reaksi hiper sensitivitas
·        Luka bakar, luka terbuka dan kelainan kulit seperti eskim
·        Menderita masalah sirkulasi / vaskuler
·        Gangguan sensoris
·        Pasien dengan plate/pen post operasi fraktur.


Tuesday, July 25, 2017

Fisioterapi Home Visit



Fisioterapi Home Visit/ Home Care

Semakin berkembang nya jaman, segala hal semakin mudah untuk di dapat. Misalnya ada ojek online, taksi online, delivery makanan dan lain-lain sebagainya. Demikian juga dengan pelayanan fisioterapi, di kota-kota besar seperti Jakarta, Solo, Bandung, Bekasi, Palembang dan lain sebagainya sudah tidak asing lagi dengan pelayanan fisioterapi home visit/ home care.

Buat yang belum tau ya, Fisioterapi home visit/ home care adalah pelayanan fisioterapi yang dilakukan di rumah pasien/client, jadi fisioterapis yang datang Ke rumah pasien/klient dan klient/ pasien nya stay/duduk manis aja di rumah.




Kami menawarkan pelayanan fisioterapi home visit / home care khusus untuk daerah seputaran Sungailiat dan Pangkalpinang. Dengan Fisioterapis yang professional dan mempunyai basic pendidikan fisioterapi mulai dari diploma III sampai Sarjana Fisioterapi serta  didukung dengan pelatihan-pelatihan fisioterapi di berbagai bidang.

Keuntungan Fisioterapi Home Visit/ Home Care  :
  • Pasien / klien tidak perlu repot-repot harus datang ke Rumah Sakit / Klinik untuk mendapatkan pelayanan fisioterapi jadi hemat waktu, tenaga dan uang. 
  • Harga dan tarif terjangkau
  • Pelayanan yang diberikan lebih optimal karena berada dirumah dan lebih banyak waktu.
  • Lebih tenang dan nyaman bagi pasien karena berada di rumah sendiri.
  • Pasien/klien lebih leluasa untuk bertanya dan konsultasi dengan fisioterapis.
Kasus/ kondisi yang dapat dilakukan home care/ home visit :
  • Pasca stroke
  • Baby massage/ pijat bayi
  • Pasca operasi patah tulang dan operasi lain yang memerlukan fisioterapi
  • Cidera olahraga
  • Anak-anak berkebutuhan khusus dengan gangguan motorik (Cerebral palsy, down syndrome dan lain-lain)
  • Sakit lutut,
  • Sakit bahu
  • Sakit pinggang
  • Mulut mencong/ bell’s palsy
  • Dan lain-lain.
Untuk pertanyaan dan informasi silahkan hubungi kami :
HP/ WA : 0852 79668454

Monday, April 3, 2017

ICF dalam Pandangan Fisioterapi

Kesehatan merupakan hak mendasar bagi semua orang. Setiap individu, keluarga, maupun kelompok masyarakat berhak memperoleh dan menjaga kesehatannya. Kita tau bahwa ada berbagai konsep pemahaman mengenai kondisi sehat dan sakit, seperti pandangan WHO (World Health Organization) yang memandang bahwa sehat tidak hanya fisik, mental dan kesejahteraan sosial tetapi merupakan sebuah kesatuan atau sebuah sistem yang saling berkaitan satu sama lain.





Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, dan komunikasi¹. Sehingga fisioterapi memandang kondisi fisik terutama gerak dan fungsi menjadi prioritas dalam status kesehatan seseorang yang mempengaruhi kondisi sosial secara keseluruhan.

Penanganan fisioterapi yang berfokus pada pengembangan, pemeliharaan dan pemulihan gerak dan fungsi tidak terlepas dari bagaimana fisioterapis menemukan atau mendiagnosa suatu probelm kesehatan yang terjadi pada gerak maupun fungsi seseorang.

Untuk mengidentifikasi trand kesehatan dan statistik secara global serta laporan standar untuk laporan penyakit dan kondisi kesehatan WHO membuat sebuah standar Internasional yang di kenal dengan International Classification of Diseases (ICD). ICD digunakan untuk klasifikasi diagnostik untuk semua tujuan klinis dan penelitian².

Pada tahun 2001 di resmikan ICF (International classification of Function) oleh 191 negara anggota WHO. ICF digunakan sebagai standar Internasional untuk menggambarkan dan mengukur kesehatan serta keterbatasan/kecacatan.  ICF juga bertujuan untuk menyamakan analisa kesehatan, fungsi fisik, dan keterbatasan antara profesi kesehatan lain³. 


Tahun 2007 organisasi fisioterapi dunia menetapkan skema ICF sebagai klasifikasi domain kesehatan individu yang berhubungan dengan fungsi gerak dan keterbatasan yang juga mencakup faktor lingkungan yang menyertai.

Di gambarkan dalam skema sebagai berikut

Stadndar inilah yang digunakan dalam membantu fisioterapi untuk memetakan problem kesehatan atau gangguan fisik yang terjadi pada seseorang. Selanjutnya di terangkan dalam PMK. No. 65 Tahun 2015 bahwa : "Diagnosis fisioterapi adalah suatu pernyataan yang mengambarkan keadaan multi dimensi pasien/klien yang dihasilkan melalui analisis dan sintesis dari hasil pemeriksaan dan pertimbangan klinis fisioterapi, yang dapat menunjukkan adanya disfungsi gerak/potensi disfungsi gerak mencakup gangguan/kelemahan fungsi tubuh, struktur tubuh, keterbatasan aktifitas dan hambatan bermasyarakat. Diagnosis fisioterapi berupa adanya gangguan dan/atau potensi gangguan gerak dan fungsi tubuh, gangguan struktur dan fungsi, keterbatasan aktifitas fungsional dan hambatan partisipasi, kendala lingkungan dan faktor personal, berdasarkan International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF) atau berkaitan dengan -19- masalah kesehatan sebagaimana tertuang pada International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem (ICD-10)"

Dalam proses pelayanan disebutkan bahwa "Asuhan fisioterapi pada pasien merupakan proses siklus kontinyu dan bersifat dinamis yang dilakukan oleh fisioterapis yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan, diintergrasikan dan dikoordinasikan dengan pelayanan lain yang terkait melalui rekam medik, sistem informasi dan sistem komunikasi yang efektif." sehingga seorang fisioterapis berwenang untuk melakukan assesmen, penegakan diagnosa, perencanaan intervensi, intervensi, evaluasi serta komunikasi dan edukasi serta dokumentasi.

Sistem pelayanan yang terstandar tentu memberikan kemudahan bagi seorang fisioterapi untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efisien serta menghindari kesalahan yang menyebabkan kerugian bagi pasien maupun fisioterapi itu sendiri.

Berikutnya saya lampirkan contoh Algoritma Pemeriksaan Fisioterapi


Kritik dan saran yang membangung menjadi pertimbangan penulis. terimakasih..

Saturday, April 1, 2017

pengertian fisioterapi menurut WHO


 Pengertian Fisioterapi Menurut WHO

Kali ini kami akan berbagi tentang apa itu fisioterapi. Mungkin ada yang sebagian masih awam tentang fisioterapi dan ada juga yang sudah paham atau tahu, dan mungkin juga ada yang sudah perna mendapatkan pelayanan fisioterapi. Baiklah langsung saja ke pengertian fisioterapi ya …

Fisioterapi itu adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/ atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi. (PMK no. 65 Tahun 2015 ).
Menurut WHO (World Health Orgazation) fisioterapi adalah menilai, merencanakan, dan melaksanakan program-program rehabilitasi yang meningkatkan atau memulihkan fungsi motorik manusia, memaksimalkan kemampuan gerak, meredakan sindrom nyeri, dan mengobati atau mencegah tantangan fisik yang berhubungan dengan cedera, penyakit, dan gangguan lainnya. (Physiotherapists assess, plan, and implement rehabilitative programs that improve or restore human motor function, maximize movement ability, relieve pain syndromes, and treat or prevent physical challenges associated with injuries, diseases, and other impairments).
Menurut WCPT (World Confederation for Physical Therapy) fisioterapi adalah tenaga kesehatan profesional yang bekerja untuk manusia segala umur yang bertujuan untuk memelihara, mengembalikan fungsi dan ketergantungan bila seseorang atau individu mendapatkan kekurangan atau gangguan kemampuan atau masalah yang disebabkan kerusakan fisik, psikis, dan lain sebagainya. Ada juga pengertian lainnya tentang Fisioterapi menurut WCPT adalah suatu ilmu atau kiat untuk melakukan suatu pengobatan dengan memanfaatkan khasiat alam seperti cahaya, air, listrik, latihan-latihan, dan manual. (Physical therapy is the art and science of physical treatment by means of therapeutic exercise, heat, cold, light, water, massage and electricity).
Penulisan yang benar untuk bahasa Indonesia dan di Indonesia adalah FISIOTERAPI yah, dan untuk orangnya disebut Fisioterapis bukan PHYSIOTERAPI atau kadang ada yang menulis PISIOTERAPI atau kadang dipisah jadi FISIO TERAPI.

Penyebutan profesi fisioterapi di berbagai Negara berbeda-beda berdasarkan penggunaan bahasa,

Physical therapist
Afghanistan, Australia, Bahamas, Barbados, Bermuda, Cambodia, Canada, Greece, Hungary, Iceland, Israel, Jamaica, Japan, Korea, Macau, Mauritius, Norway, Pakistan, Romania, Saudi Arabia, Singapore, South Africa, Spain, Suriname, Syria, Taiwan, Thailand, Ukraine, United Kingdom, United States of America, Zambia

Physical therapy consultant, Physical therapy practitioner, Physical therapy specialist
Egypt

Physiotherapeftis
Greece

Physiotherapeut, Physiotherapeutin, Physiothérapeute
Austria, Switzerland

Physiothérapie/ Physiotherapie
Canada, Rwanda

Physiotherapist
Afghanistan, Australia, Austria, Bahamas, Bangladesh, Belgium, Bermuda, Brazil, Bulgaria, Cambodia, Canada, Curaçao, Czech Republic, Denmark, Estonia, Ethiopia, Fiji, Finland, Ghana,Guyana, Hong Kong, Hungary, India, Indonesia, Ireland,Jamaica, Jordan, Kenya, Latvia, Luxembourg, Malawi, Malta, Mauritius, Mexico, Montenegro, Namibia, Netherlands, New Zealand, Nigeria, Pakistan, Paraguay, Poland, Portugal, Rwanda, Saudi Arabia, Serbia, Singapore, Slovakia, Slovenia, South Africa, Sri Lanka, Switzerland, Trinidad, Tobago, Turkey, Uganda, United Kingdom, Zambia, Zimbabwe

Prefix Dr. and suffix PT
Bangladesh

Sjúkraþjálfari
Iceland

Terapia Física
Mexico

Visi fizioterapeut
Serbia
Note : baca tulisan dan bahasa yang mengerti saja ya !!! :D :D

Nah..sekarang sudah tentang fisioterapi, selanjutnya kita membahas tentang Ruang Lingkup Pelayanan Fisioterapi yaitu :
  • Dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama (primer), fisioterapis dapat terlibat sebagai anggota utama dalam tim, berperan dalam pelayanan kesehatan dengan pengutamaan pelayanan pengembangan dan pemeliharaan melalui pendekatan promotif dan preventif tanpa mengesampingkan pemulihan dengan pendekatan kuratif dan rehabilitatif.
  • Pada pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, fisioterapis berperan dalam perawatan pasien dengan berbagai gangguan neuromuskuler, musculoskeletal, kardiovaskular, paru, serta gangguan gerak dan fungsi tubuh lainnya. Fisioterapis juga berperan dalam pelayanan khusus dan kompleks, serta tidak terbatas pada area rawat inap, rawat jalan, rawat intensif, klinik tumbuh kembang anak, klinik geriatri, unit stroke, klinik olahraga, dan/atau rehabilitasi.
Selanjutnya ke Tujuan Pelayanan Fisioterapi, tujuannya adalah :
  • Memberikan pelayanan fisioterapi pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
  • Memecahkan masalah dan kebutuhan kesehatan gerak fungsional tubuh manusia dengan menerapkan ilmu pengetahuan teknologi fisioterapi secara aman, bermutu, efektif dan efisien dengan pendekatan holistik paripurna, dituntun oleh kode etik, berbasis bukti, mengacu pada standar/pedoman serta dapat dipertanggungjawabkan.
Jadi sekarang sudah tau kan apa itu fisioterapi dan seluk beluk nya, untuk informasi tentang pelayanan fisioterapi silahkan kontak kami untuk berdiskusi dan konsultasi seputar fisioterapi. Salam fisioterapi, terimakasih dan semoga bermanfaat. Mohon koreksi khususnya untuk sejawat fisioterapis apabila ada hilap dan salah.

“BERGERAK, BERMANFAAT, BERMARTABAT, PROFESSIONAL DAN MANDIRI”.

Sumber : www.google.com, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Fisioterapi” dan “www.IFI.or.id”