Monday, April 3, 2017

ICF dalam Pandangan Fisioterapi

Kesehatan merupakan hak mendasar bagi semua orang. Setiap individu, keluarga, maupun kelompok masyarakat berhak memperoleh dan menjaga kesehatannya. Kita tau bahwa ada berbagai konsep pemahaman mengenai kondisi sehat dan sakit, seperti pandangan WHO (World Health Organization) yang memandang bahwa sehat tidak hanya fisik, mental dan kesejahteraan sosial tetapi merupakan sebuah kesatuan atau sebuah sistem yang saling berkaitan satu sama lain.





Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, dan komunikasi¹. Sehingga fisioterapi memandang kondisi fisik terutama gerak dan fungsi menjadi prioritas dalam status kesehatan seseorang yang mempengaruhi kondisi sosial secara keseluruhan.

Penanganan fisioterapi yang berfokus pada pengembangan, pemeliharaan dan pemulihan gerak dan fungsi tidak terlepas dari bagaimana fisioterapis menemukan atau mendiagnosa suatu probelm kesehatan yang terjadi pada gerak maupun fungsi seseorang.

Untuk mengidentifikasi trand kesehatan dan statistik secara global serta laporan standar untuk laporan penyakit dan kondisi kesehatan WHO membuat sebuah standar Internasional yang di kenal dengan International Classification of Diseases (ICD). ICD digunakan untuk klasifikasi diagnostik untuk semua tujuan klinis dan penelitian².

Pada tahun 2001 di resmikan ICF (International classification of Function) oleh 191 negara anggota WHO. ICF digunakan sebagai standar Internasional untuk menggambarkan dan mengukur kesehatan serta keterbatasan/kecacatan.  ICF juga bertujuan untuk menyamakan analisa kesehatan, fungsi fisik, dan keterbatasan antara profesi kesehatan lain³. 


Tahun 2007 organisasi fisioterapi dunia menetapkan skema ICF sebagai klasifikasi domain kesehatan individu yang berhubungan dengan fungsi gerak dan keterbatasan yang juga mencakup faktor lingkungan yang menyertai.

Di gambarkan dalam skema sebagai berikut

Stadndar inilah yang digunakan dalam membantu fisioterapi untuk memetakan problem kesehatan atau gangguan fisik yang terjadi pada seseorang. Selanjutnya di terangkan dalam PMK. No. 65 Tahun 2015 bahwa : "Diagnosis fisioterapi adalah suatu pernyataan yang mengambarkan keadaan multi dimensi pasien/klien yang dihasilkan melalui analisis dan sintesis dari hasil pemeriksaan dan pertimbangan klinis fisioterapi, yang dapat menunjukkan adanya disfungsi gerak/potensi disfungsi gerak mencakup gangguan/kelemahan fungsi tubuh, struktur tubuh, keterbatasan aktifitas dan hambatan bermasyarakat. Diagnosis fisioterapi berupa adanya gangguan dan/atau potensi gangguan gerak dan fungsi tubuh, gangguan struktur dan fungsi, keterbatasan aktifitas fungsional dan hambatan partisipasi, kendala lingkungan dan faktor personal, berdasarkan International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF) atau berkaitan dengan -19- masalah kesehatan sebagaimana tertuang pada International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem (ICD-10)"

Dalam proses pelayanan disebutkan bahwa "Asuhan fisioterapi pada pasien merupakan proses siklus kontinyu dan bersifat dinamis yang dilakukan oleh fisioterapis yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan, diintergrasikan dan dikoordinasikan dengan pelayanan lain yang terkait melalui rekam medik, sistem informasi dan sistem komunikasi yang efektif." sehingga seorang fisioterapis berwenang untuk melakukan assesmen, penegakan diagnosa, perencanaan intervensi, intervensi, evaluasi serta komunikasi dan edukasi serta dokumentasi.

Sistem pelayanan yang terstandar tentu memberikan kemudahan bagi seorang fisioterapi untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efisien serta menghindari kesalahan yang menyebabkan kerugian bagi pasien maupun fisioterapi itu sendiri.

Berikutnya saya lampirkan contoh Algoritma Pemeriksaan Fisioterapi


Kritik dan saran yang membangung menjadi pertimbangan penulis. terimakasih..

Saturday, April 1, 2017

pengertian fisioterapi menurut WHO


 Pengertian Fisioterapi Menurut WHO

Kali ini kami akan berbagi tentang apa itu fisioterapi. Mungkin ada yang sebagian masih awam tentang fisioterapi dan ada juga yang sudah paham atau tahu, dan mungkin juga ada yang sudah perna mendapatkan pelayanan fisioterapi. Baiklah langsung saja ke pengertian fisioterapi ya …

Fisioterapi itu adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/ atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi. (PMK no. 65 Tahun 2015 ).
Menurut WHO (World Health Orgazation) fisioterapi adalah menilai, merencanakan, dan melaksanakan program-program rehabilitasi yang meningkatkan atau memulihkan fungsi motorik manusia, memaksimalkan kemampuan gerak, meredakan sindrom nyeri, dan mengobati atau mencegah tantangan fisik yang berhubungan dengan cedera, penyakit, dan gangguan lainnya. (Physiotherapists assess, plan, and implement rehabilitative programs that improve or restore human motor function, maximize movement ability, relieve pain syndromes, and treat or prevent physical challenges associated with injuries, diseases, and other impairments).
Menurut WCPT (World Confederation for Physical Therapy) fisioterapi adalah tenaga kesehatan profesional yang bekerja untuk manusia segala umur yang bertujuan untuk memelihara, mengembalikan fungsi dan ketergantungan bila seseorang atau individu mendapatkan kekurangan atau gangguan kemampuan atau masalah yang disebabkan kerusakan fisik, psikis, dan lain sebagainya. Ada juga pengertian lainnya tentang Fisioterapi menurut WCPT adalah suatu ilmu atau kiat untuk melakukan suatu pengobatan dengan memanfaatkan khasiat alam seperti cahaya, air, listrik, latihan-latihan, dan manual. (Physical therapy is the art and science of physical treatment by means of therapeutic exercise, heat, cold, light, water, massage and electricity).
Penulisan yang benar untuk bahasa Indonesia dan di Indonesia adalah FISIOTERAPI yah, dan untuk orangnya disebut Fisioterapis bukan PHYSIOTERAPI atau kadang ada yang menulis PISIOTERAPI atau kadang dipisah jadi FISIO TERAPI.

Penyebutan profesi fisioterapi di berbagai Negara berbeda-beda berdasarkan penggunaan bahasa,

Physical therapist
Afghanistan, Australia, Bahamas, Barbados, Bermuda, Cambodia, Canada, Greece, Hungary, Iceland, Israel, Jamaica, Japan, Korea, Macau, Mauritius, Norway, Pakistan, Romania, Saudi Arabia, Singapore, South Africa, Spain, Suriname, Syria, Taiwan, Thailand, Ukraine, United Kingdom, United States of America, Zambia

Physical therapy consultant, Physical therapy practitioner, Physical therapy specialist
Egypt

Physiotherapeftis
Greece

Physiotherapeut, Physiotherapeutin, Physiothérapeute
Austria, Switzerland

Physiothérapie/ Physiotherapie
Canada, Rwanda

Physiotherapist
Afghanistan, Australia, Austria, Bahamas, Bangladesh, Belgium, Bermuda, Brazil, Bulgaria, Cambodia, Canada, Curaçao, Czech Republic, Denmark, Estonia, Ethiopia, Fiji, Finland, Ghana,Guyana, Hong Kong, Hungary, India, Indonesia, Ireland,Jamaica, Jordan, Kenya, Latvia, Luxembourg, Malawi, Malta, Mauritius, Mexico, Montenegro, Namibia, Netherlands, New Zealand, Nigeria, Pakistan, Paraguay, Poland, Portugal, Rwanda, Saudi Arabia, Serbia, Singapore, Slovakia, Slovenia, South Africa, Sri Lanka, Switzerland, Trinidad, Tobago, Turkey, Uganda, United Kingdom, Zambia, Zimbabwe

Prefix Dr. and suffix PT
Bangladesh

Sjúkraþjálfari
Iceland

Terapia Física
Mexico

Visi fizioterapeut
Serbia
Note : baca tulisan dan bahasa yang mengerti saja ya !!! :D :D

Nah..sekarang sudah tentang fisioterapi, selanjutnya kita membahas tentang Ruang Lingkup Pelayanan Fisioterapi yaitu :
  • Dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama (primer), fisioterapis dapat terlibat sebagai anggota utama dalam tim, berperan dalam pelayanan kesehatan dengan pengutamaan pelayanan pengembangan dan pemeliharaan melalui pendekatan promotif dan preventif tanpa mengesampingkan pemulihan dengan pendekatan kuratif dan rehabilitatif.
  • Pada pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, fisioterapis berperan dalam perawatan pasien dengan berbagai gangguan neuromuskuler, musculoskeletal, kardiovaskular, paru, serta gangguan gerak dan fungsi tubuh lainnya. Fisioterapis juga berperan dalam pelayanan khusus dan kompleks, serta tidak terbatas pada area rawat inap, rawat jalan, rawat intensif, klinik tumbuh kembang anak, klinik geriatri, unit stroke, klinik olahraga, dan/atau rehabilitasi.
Selanjutnya ke Tujuan Pelayanan Fisioterapi, tujuannya adalah :
  • Memberikan pelayanan fisioterapi pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
  • Memecahkan masalah dan kebutuhan kesehatan gerak fungsional tubuh manusia dengan menerapkan ilmu pengetahuan teknologi fisioterapi secara aman, bermutu, efektif dan efisien dengan pendekatan holistik paripurna, dituntun oleh kode etik, berbasis bukti, mengacu pada standar/pedoman serta dapat dipertanggungjawabkan.
Jadi sekarang sudah tau kan apa itu fisioterapi dan seluk beluk nya, untuk informasi tentang pelayanan fisioterapi silahkan kontak kami untuk berdiskusi dan konsultasi seputar fisioterapi. Salam fisioterapi, terimakasih dan semoga bermanfaat. Mohon koreksi khususnya untuk sejawat fisioterapis apabila ada hilap dan salah.

“BERGERAK, BERMANFAAT, BERMARTABAT, PROFESSIONAL DAN MANDIRI”.

Sumber : www.google.com, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Fisioterapi” dan “www.IFI.or.id”